Sabtu, 21 November 2009

Meraih Ridho dan Magfiroh Allah


Manusia adalah makhluk yang di mulyakan oleh Allah SWT di tempatkan di bumi ini dengan dibekali akal dan segala naluri yang di bawanya. Dunia tempat kita tinggal, Bumi tempat kita hidup ini hanyalah persinggahan sementara, hanyalah tempat menukir prestasi dan prestise atau tempat berlomba-lomba mencari kebahagiaan dan kesengangan. Dibalik itu semua,
kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang semu, penuh permainan dan penipuan belaka. Kesenangan ataupun kesusahan di dunia hanyalah sesaat, tidak untuk selama-lamanya.

Memang benar, kehidupan di dunia ini sangatlah singkat, namun merupakan tempat dan waktu yang sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kehidupan manusia di hari kemudian, Beruntungkah atau merugi di hari kemudian di tentukan pada hari sekarang ini. Karena itulah, jika kita ingin mendapat Ridho dan Magfiroh Allah, kita gunakan kesempatan yang telah Allah berikan pada kita semua agar benar-benar sesuai dengan segala perintahNya. Di Dalam Q. S Al-Hasyr : 18 Allah berfirman yang artinya:

18.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Wajarlah, jika seseorang memikirkan nasibnya kedepan. Bagaimana jika ia berkeluraga, mempunyai anak, bagaimana dengan keperluan hidupnya. Hal-hal seperti itu tidaklah salah ada pada diri kita, namun hal yang paling utama yang perlu kita perhatikan bukanlah kehidupan sekarang saja, melainkan kehidupan setelah kematian, kehidupan setelah di bangkitkan dari alam kubur. Tapi ternyata tak sedikit diantara manusia yang selalu memikirkan kehidupan ini saja. Mereka menyibukan diri dalam menggapai kesenangan dunia belaka. Kehidupan di akhirat nanti, tidak menjadi kajian atau perhatiannya.
Pada gilirannya Allah azza wa jalla pun akan mengabulkan impiannya, namun kelak di akhirat nanti mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Allah swt berfirman dalam Q.S Albaqoroh : 200.

“…… Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.”

Oleh karena itu Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman agar mereka teqwa kepadaNya serta di wajibkan agar menyiapkan segala keperluannya guna menghadapi hari abadi, hari yang tak akan ada tebusan padaNya, hari yang betul-betul di tegakan keadilan.

Kapasitas ketaqwaan seseorang bisa di lihat dari kesiapannya dalam menjalani kehidupannya  di muka bumi ini. Apa yang perlu di perbuat sebagai amalan yang bisa dijadikan sebagai bekal di hari kemudian, yaitu syurga atau neraka. Satu diantara dua tempat tersebut akan disinggahi manusia dengan amal yang pantas yang telah ia lakukan. Apakah amal shalihan atau qabihan. Satu diantara kedua amal tersebut tidak akan bisa lepas dari  diri manusia. Manakala seseorang sedang sedang melaksanakan amalan sholihan, berarti  ia sedang menjauh dari amalan qabihan yang jelek, yang mana amalan jelek tersebut berdampak pada murka Allah azza wa jalla.  ***


Comments :

0 komentar to “Meraih Ridho dan Magfiroh Allah”


Poskan Komentar